Senin, 03 November 2014

PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN TASAWUF DALAM ISLAM (pointer pertemuan 9 10 dan 11


PERTUMBUHAN TASAWUF DALAM ISLAM
(Pointer utk pertemuan ke 9, 10 dan 11)
Pola hidup yang dipraktekan oleh Nabi Muhammad SAW adalah pola hidup ZUHUD,
Dimasa hidup Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya tidak mengenal pola hidup tasawuf, yang dikenal hanya pola hidup zuhud.
Pola hidup zuhud adalah pintu awal untuk memasuki kehidupan tasawuf , sehingga para ahli menyebut bahwa Tasawuf Islam bersumber dari al qur’an dan al hadist.
ZUHUD, yaitu suatu sikap hidup yang meninggalkan kelezatan kehidupan duniawi yang sementara lagi fana karena menginginkan kelezatan ukhrawi yang lebih baik dan lebih kekal.
Zuhud ada 3 tingkatan :
  1. Tingkat permulaan : yakni orang yang pada lahirnya berzuhud terhadap dunia ini, sedangkan hatinya penuh rindu dan cinta kepadanya (pejuang zuhud)
  2. Tingkat menengah : yakni orang yang meninggalkan nikmat duniawi ini dengan senang hati karena dia memandangnya sebagai sesuatu yang hina tidak berharga jika dibandingkan dengan nikmat di akherat yang lebih bahagia dan kekal
  3. Tingkat tinggi, zuhud di dalam zuhud.
Sebagian ahli mengatakan ,zuhud :
“Hendaklah Anda menolak yg anda miliki,dan bukannya menolak apa yg tidak Anda miliki.Seandainya seseorang tidak memiliki apa apa, maka dalam hal apa dia dipandang sebagai orang berzuhud ? (ahmad Daudy :1998:53)
zuhud merupakan salah satu ajaran agama Islam yang sangat penting dlm rangka mengendalikan diri dari pengaruh kehidupan dunia. Orang zuhud lebih mengutamakan kebahagiaan akherat yg kekal dan abadi daripada mengejar kehidupan dunia yang fana dan sesaat. Ayat-ayat al qur’an yang menjadi landasan untuk zuhud/bertasawuf :
artinya : Katakanlah< Kesenangan dunia ini hanya sebentar/sedikit dan (kehidupan)akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa (an Nisa 77)
Artinya :Apakah kamu puas/rida dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.(At Taubah 38)
Artinya : Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (ali imran 185)
Artinya : sesungguhnya janji janji Allah itu benar , maka janganlah sekali kali kehidupan dunia ini memperdayakan kamu, dan janganlah (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam(mentaati ) Allah.(luqman :33)
Artinya : Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan,perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga bangga tentang banyaknya harta dan anak (al Hadid: 20)
Orang yang zuhud akan terpelihara dari melakukan perbuatan yang tidak baik dan selalu melakukan yang baik-baik saja dimana saja dia berada , hadis Nabi :
Artinya : Jika kamu melihat seseorang yang telah dianugerahi sifat zuhud dalam dirinya dan selalu lurus sikapnya, maka dekatlah orang itu, karena orang itu yang telah meyakini hikmah (abudin Nata:2012:198)
Artinya : Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah); bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.(al Baqarah 186)
Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.(Qaf :16)
Artinya” Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai (al a’raf 205)

PERTEMUAN KE 10
Perkembangan Tasawuf dalam Islam
(Pointer utk pertemuan ke 10):
Perekembangan tasawuf pada abad pertama  dan kedua hijrah ditandai dengan ciri-ciri sbb:
  1. Tidak mengenal istilah tasawwuf yang dikenal hanya istilah zuhud /pola kehidupan zuhud
  2. Para sahabat hanya tersebar pada beberapa kota yang tidak jauh dari kota Madinah ,misalnya Makkah, Kuffah, Basrah, dll.
  3. Ajaran zuhud atau tasawwuf masih murni belum bercampur/terpengaruh oleh kebudayaan atau agama lain.
  4. Dari segi ibadat yang tampak dalam berbagai zikir  dan shalat sunat.
  5. Segi akhlak terlihat pada kesungguhan serta keikhlasan berpegang teguh pada sikap tawakal  yang kemudian telah berkembang menjadi akhlak para sufi pada umumnya
  6. Diakhir abad kedua kehidupan zuhud telah berkembang beralih ke kehidupan tasawuf.,Yang sebab itu ilmu fiqh terpecah menjadi dua, yaitu ilmu fiqh dan ilmu tasawuf.
  7. Pada zaman ini ilmu fiqh dan ilmu tasawuf diamalkan secara bersamaan dan dipandang sebagai  suatu kesatuan  yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran dan tuntutan syari’at.( Ahmad Daudy :1998:34) Ilmu fiqh membahas masalah  hukum syariat yang berkenaan dgn anggota lahir seperti sholat,puasa zakat ,haji dan sebagainya, sedangkan ilmu tasawuf membahas rahasia syariat atau makna –makana rohani dari syariat  yang berlaku pada hati sepereti riya, ihlas, khusyu’, tamak, rakus, angkuh dan sebainya.
MAQAM & HAL (AHWAL)
A.      Maqam ialah :
1.       kedudukan atau tahapan dimana para sufi berada .
2.       Jalan panjang yang harus ditempuh  oleh para sufi untuk berada dekat Allah
3.       Tangga
4.       Tempat berdiri/ pangkal mulia
Tangga /kedudukan (maqam) tersebut hanya akan dicapai oleh seorang sufi berkat usahanya yang sungguh-sungguh,penuh ketekunan dan kesabaran., Sehingga Maqamat  juga merupakan bagian akhlak para sufi yang mereka amalkan secara disiplin dan penuh ketekunan dan penghayatan secara mendalam dalam kehidupan sehari hari
Maqam tersebut al :
1.       zuhud  : meninggalkan keinginan kepada sesuatu yang lebih rendah untuk mengikuti kenginan yang lebih baik.
Al Junaid berkata : zuhud adalah keadaan pada saat tangan kosong dari pemilikan, dan hati dari ambisi (Al Kalabadzi (terjemahan) Ajaran Kaum sufi :1985:115)
2. al taubah  : memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan disertai janji yang sungguh sungguh tidak akan mengulangi perbuatan dosa tersebut yang di sertai dengan melakukan amal kebajikan .
      Ibrahim al Daqqaq berkata : Tobat berarti bahwa engkau harus menghadap Tuhan tanpa berbalik lagi, bahkan jika sebelumnya ebgkau telah berbalik dari Tuhan tanpa menghadap kembali ( Al Kalabadzi : ajaran Kaum sufi,Terjmahan. 1985;114,
3. al wara’: (sholeh) : menjauhkan diri dari perbuatan dosa dalam pengertian sufi, wara adalah : meninggalkan segalah yg di dalamnya terdapat keragu raguan antara halal dan haram (subhat)
 4. kefakiran : “bahwa hati kosong dari apa yang ada di tangan”,artinya bukanlah seseorang itu memiliki sedikit harta, tetapi ia merupakan suatu sikap batin yang berwujud tidak ada keinginan kepada kekayaan duniawi,(Dr.Ahmad Daudy: Kuliah Ilmu Tasawuf 1998:53)
      An Nuri berkata : Fakir adalah : orang yang harus bungkan ketika dia tidak memiliki sesuatu dan bermurah hati serta tidak hanya memikirkan dirinya sendiri kalau dia memiliki sesuatu.(Al kalabadzi .Hal118)
5. sabar  : Prof Abudin Nata mengutip pendapat Zun al Nun al Mishry,mengatakan bahwa ,Sabar :  menjauhkan diri dari hal hal yang bertentangan dengan kehendak Allah, tetapi tenang ketika mendapatkan cobaan, dan menampakan sikap cukup walaupun sebenarnya berada dalam kefakiran dalam bidang ekonomi (Abudin Nata: Akhlak Tasawuf 1999 :200)
      Sahl, berkata : firman Tuhan yang berbunyi :Minta tolonglah kamu dengan kesabaran dan shalat,mengandung arti :mintalah pertolongan Tuhan dan bersabarlah dengan perintah dan takdir Tuhan. (Al Kalabadzi ;1985:116)
6. Tawakal : Tawakal(menyerahkan diri): menyerahkan diri kepada keputusan Allah ,selamanya dlm keadaan tentram, jika mendapat pemberian berterima kasih, jika mendapat apa apa bersikap sabar dan menyerah kepada qada dan qadar Allah. Tidak memikirkan hari esok, cukup dgn apa yg ada utk hari ini, tidak mau makan jika ada orang lain yg lebih berhajat pd makanan tersebut daripada dirinya. Percaya kpd janji Allah.menyerah kepada Allah dengan Allah dan karena Allah.
7. Kerelaan :(suka, senang) :hati kita gembira atas takdir Allah yang berlaku atas diri kita.
Rabia al adawiyah : seorang baru dipandang ridla apabila dia senang terhadap musibah yang menimpanya seperti dia gembira terhadap nikmat yg diperolehnya.
Terjadi perbedaan pendapat di kalangan para sufi ttg kerelaan( ridla) ada yang mengatakan bahwa maqam ridla /kerelaan adalah merupakan maqam dan ada sebagian yg mengatakan merupakan HAL>
Tanda tawakal ialah rela atas takdir Allah



B. HAL/AHWAL:
Ialah karunia atau pemberian Allah kepada seorang sufi sebagai hasil dari usahanya. Ahwal terkadang diberikan dan terkadang tidak diberikan ,tergantung sepenuhnya atas kehendak Allah.
Ahwal merupakan karunia rohani Allah kepada para sufi yg dikehendaki-Nya dalam wujud pengalaman bathin, sehingga tidak dapat dijelaskan karena sangat bersifat “emosional rohani” yang membatin yg tidak dapat tertangkap sepenuhnya oleh bahasa atau kata-kata.
Sifat dari ahwal : bersaifat sementara, datang dan pergi,.
Hal/ahwal ada beberapa:1.khauf(takut) 2.tawadlu(rendah hati) 3.mahbba 4.raja’ 5.murahkobah. 6. syauq 7. taqwa 8. ikhlas 9. gembira hati (al wajd) 10. as sukr .

TOKOH – TOKOH TASAWUF PADA ABAD I DAN II H
A.      Masa sahabat:  
1.       Abubakar ash shiddiq
2.       Umar bin khatab
3.       Usman bin affan
4.       Ali bin abi Thalib       
5.       Salman al Faarisiy
6.       Abu Dzarr Al Ghifary
7.       Ammar bin Yaasir
8.       Hudzaifah bin Al yaman
B.      Masa Tabi’in :
1.       Hasan Bashry
2.       Rabi’ah Al Adawiyah
3.       Sufyan Tsaury
4.       Daud ath Thaaiy
5.       Syaqieq al Balkhiy

Di bawah ini disampaikan beberapa kisah yang merupakan akhlak mereka dan dianggap sebagai bentuk ajaran/sikap tasawuf (zuhud) mereka dalam memandang kehidupan ;
1.       Abubakar ash shidd
Wafat thn 13 H, ketika di Mekkah adalah saudagar kaya raya, tetapi ketika beliau Hijrah ke Madinah harta kekayaannya habis untuk dihibahkan semua untuk kepentingan perjuangan menegakan Agama Allah, sehingga Ia dan keluarganya mengalami kemiskinan dalam hidupnya (Drs.Mahjuddin,Kuliah aklak Tasawuf:1991:61)
2.       Umar bin khatab (wafat tahun 23 H)
Suatu ketika Umar mendapatkan seorang Ibu yang berpura-oura memasak untuk menenangkan tangis anak-anaknya yang sangat lapar. Ketika Umar menyelidikinya, ia melihatnya bahwa yang dimasak itu adalah batu, maka beliau bertanya kepada ibu itu : mengapa anda tidak memasak roti,hanya memasak batu ? jawab si ibu, saya tidak mempunyai gandum. Seketika itu pula Umar pulang pulang dengan cepat mengambil gandum di Baitul Maal, kemudian ia sendiri yang memikulnya untuk diberikan kepada ibu yang miskin tadi.(Drs.Mahjuddin Ibid)
3.       Usman bin affan (wafat Tahun 35 H)
Meskipun ia diberi kelapangan rezki oleh Allah, namun ia selalu ingin hidup yang sederhana. Sedangkan hartaa kekayaaannya yang berlimpha ruah, selalu dijadikan sarana untuk menolong orang-orang miskin.(ibid)
4.       Ali bin abi Thalib ((wafat Tahun 40 H)
Ketika sahabat yang lain berkata kepadanya: mengapa Khalifah senang memakai baju itu, padahal sudah robek-robek? Ali menjawab, aku senang memakainya agar menjadi tauladan kepada orang banyak, sehingga mereka mengerti bahwa hidupsederhana merupakan sikap yang mulia.(ibid)
5.       Salman al Faarisiy
6.       Ketika masih beragama Masehi, Ia sudah dikenal sbg orang yang sangat arif dan mengetahui secara mendalam ilmu ilmu gaib. Ia pernah meramalkan akan datangnya seorang Rasul yg terakhir (Yaitu Muhammad),Ia pun tergolong ahli zuhud orang orang masehi yg sering mengembara ke berbagai negeri dgn cara hidup miskin, padahal ia adalah seorang putera dari penguasa yg kaya raya di suatu negeri, dan keteka bertemu Rasulullah beliau pun masuk Islam dan tergolong “ahlush Shuffah” yg selalu mengamalkan ajaran zuhud.(ibid : 62)
7.       Abu Dzarr Al Ghifary
Ia adalah seorang sufi yang selalu mengamalkan ajaran zuhud yg telah dirintis oleh Abu Bakar dan Umar. Ia lebih senang memilih cara hidup miskin dan tidak pernah merasa menderita bila ditimpa cobaan.salah satu pernyataannya adaalah :
Artinya: sesungguhnya saya tlh menjadi (orang sadar);bhw kemiskinan itu lebih kusukai darpada kekayaan, kesakitan itu lebih kusenangi dari kesehatan, dan kematian itu lebih kusukai daripada kehidupan
1.       Al Hasan Al Bashry (hidup tahun 22 H – 110 H)
Dia mendapatkan ajaran tasawufnya dari sahabat Hudzaifah Al Yaman. Hasa bashry adalah tokoh sufi yang memiliki ilmu yang dalam, ajarannya yang terkenal adalah tawakal,  Khauf (takut) ,dan  Raja” (mengharapkan ) .

2.        Rabi’ah al adawiyah (wafat Tahun 185 H)
Ia terkenal sebagai sufi wanita yang mempunyai banyak murid dari kalangan wanita pula.
Ajarannya : Hub (cinta) dan Syauq ( rindu) kepada Allah. Salah satu pernytaannya adalah sbb;
Artinya : saya tidak menyembah Allah karena takut kepada neraka Nya dan tidak pula tamak (untuk mendapatkan) syurga;(karena hal itu) akan menjadikan saya seperti imbalan yang berakhlak buruk (ketahuilah),nahwa saya menyembahNya karena cinta dan rindu kepadaNya.
Secara ringkas ajaran MAHABAH dari Rabi’ah Al Adawiyah adalah sebagai berikut :
Pengertian Mahabbah:
-          Mahabah : kecintaan yang mendalam secara rohani kepada Tuhan.
-          Mahabah : merupakan hal (keadaan) jiwa yg mulia yg bentuknya adalah disaksikannya (kemutlakan) Allah SWT oleh hamba, selanjutnya yg dicintai itu juga menyatakan cinta kepada yang dikasihi-Nya dan yg seorang hamba mencintai Allah swt. (al qusayiri dlim Abudin Nata hal;208)
Prof.DR.Harun Nasution :mahabah adalah cinta dan yg dimaksud ialah cinta kpd Tuhan. Sehingga cakupan pengertian Mahabah adalah meliputi :
  1. Memeluk kepatuhan pada Tuhan dan membenci sikap melawan kepada-Nya
  2. Menyerahkan hati dari segala-galanya kecuali dari yang dikasihi yaitu Tuhan.
  3. Mengosongkan hati dari segala-galanya kecuali dari yang dikasihi yaitu Tuhan.(Harun Nasution :1983:70)
Mahabah : suatu keadaan jiwa yg mencintai Tuhan sepenuh hati, sehingga yg sifat-sifat yg dicintai (Tuhan) masuk ke dalam diri yg dicintai. Tujuannya adalah utk memperoleh kesenangan batiniah yg sulit dilukiskan dgn kata-kata, tetapi hanya dpt dirasakan oleh jiwa.
Mahabah selalu berdampingan dengan ma’rifat baik dari sisi tingkatan maupun pengertiannya. Ma’rifah merupakan tingkat pengetahuan kepada Tuhan melalui mata hati (al-qalb),maka Mahabah adalah perasaan kedekatan dengan Tuhan melalui cinta (roh).
Al –ghazali : mahabah itu adalah manifestasi dari ma’rifah kepada Tuhan.
Bentuk Mahabbah:
Bentuk mahabah (cintah Allah ) kepada hamba-Nya dapat mengambil bentuk :
  1. Iradah
  2. Rahmah dlm bentuk pahala yg melimpah
Alat untuk mencapai Mahabbah:
Al qusyairi sebagaimana dikutip oleh Harun Nasutioan,menyebutkan bahwa alat utk mencapai ma’rifah oleh seorang sufi adalah disebut SIR .
Di dalam diri manusia ada 3 alat yg dipergunakan utk berhubungan dgn Tuhan:
  1. Al qalb: hati sanubari sbg alat utk mengetahui sifat-sifat Tuhan
  2. Roh sebaga alat untuk mencintai Tuhan
  3. Sir alat utuk melihat Tuhan
SIR lebih halus dari roh ., Roh lebih halus dari qalb
Kelihatannya SIR bertempat di roh dan roh bertempat di qalb
Mahabbah menurut Al Qur’an:
Paham mahabah mendapat tempat dalam al qur’an . Antara manusia dan Tuhan dapat saling bercinta misalnya : surat Ali Imran ayat 30. Artinya : Jika kamu cinta kepada Allah,maka turutilah aku dan Allah akan mencintai kamu (ali Imaran :30)
Al mai’dah ayat 54., yang artinya : Allah akan mendatangkan suatu ummat yang dicintaiNya dan yang mencintaiNya.
Juga dalam hadist Nabi Muhammad SAW :
Artinya : Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dgn perbuatan-perbuatan hingga Aku cinta padanya. Orang yg Kucintai menjadi telinga,mata dan tangan-Ku (abudin Nata :218)
Ayat dan hadist di atas menunjukkan bahwa manusia dan Tuhan dpt saling mencintai,karena alat utk mencintai Tuhan adalah Roh, roh berasal dari Allah.
Ayat dan hadist di atas menjelaskan bhw pada saat terjadi mahabah, diri yang dicintai telah menyatu degan yang mencintai yag digambarkan dalam telinga, mata dan tangan Tuhan. Dan untuk mencapai keadaan tersebut dilakukan dengan amal ibadah yg dilakukan dengan sungguh-sungguh.(Abudin Nata,1996 :218)
(masih ada sambungan , sabar tunggu yah)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar